Bercermin diri adalah awal perubahan.  Namun ia butuh keberanian dan kejujuran Berani melihat ke dalam Jujur mengakui kekurangan Jika tidak,  jiwa yang sakit terasa sehat,  hati yang buram nampak bercahaya,  kita akan terus saja salah merasa, sehingga, kita simpulkan semua baik-baik saja. Mungkin cermin yang kita pakai keliru. Berbeda dengan yang seharusnya; Menghadapkan muka cermin ke luar, bukan ke dalam. atau bercermin kepada manusia yang hanya menghadiahkan pujian dan sanjungan Atau aku, kita, terlalu berbaiksangka pada diri sendiri. sehingga yang terlihat hanya kebaikan. Bercerminlah pada nasihat dari yang Maha benar. Allah Ta’ala,  Bercerminlah pada al-Quran Bercerminlah kepada Rasulullah yang mulia.  Karena keduanya tak pernah salah menilai,  tak keliru jika memuji. Happy dhuha :* by #gamismakkah

via Instagram http://ift.tt/1RdTqgF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s